Joya No Kane : Membunyikan Lonceng Kuil di Malam Pergantian Tahun
Di Indonesia banyak orang merayakan
menyambut tahun baru dengan berkumpul di alun-alun atau lapangan dengan pesta
kembang api yang meriah. Namun penduduk Jepang merayakan tahun baru dengan
berkumpul bersama di kuil-kuil Buddha untuk merayakan Joya no Kane.
Malam Tahun Baru selalu disambut meriah di Jepang.
Sebagian besar masyarakat Negeri Sakura memilih menyaksikan hitung mundur
pergantian tahun dengan keluar rumah bersama teman atau pasangan, salah satunya
dengan menonton Joya no kane.
Joya no kane merupakan ritual membunyikan
lonceng kuil pada malam tahun baru. Pada malam pergantian tahun itu, lonceng
dibunyikan sebanyak 108 kali. Konon, pemukulan lonceng sebanyak 108 kali itu
menunjukkan jumlah jenis hawa napsu manusia.
Dalam tradisi Joya no Kane ini lonceng akan
dibunyikan sebanyak 107 kali, yang mulai pukul 10 atau 11 malam pada tanggal 31
Desember. Setelah pergantian tahun lonceng akan kembali dibunyikan 1 kali lagi
untuk menggenapi jumlah 108.
Setelah festival Joya no Kane, para pengunjung akan
saling bersalaman dan saling mengucapkan selamat tahun baru. Pada malam itu,
lonceng yang dibunyikan menjadi cara orang Jepang menghadapi tahun baru agar
lebih segar sekaligus melupakan semua hawa napsu setahun sebelumnya.
Sayang, kendati menjadi tradisi yang telah
berlangsung sekian lama, nggak semua kuil menjalankan tradisi tersebut,
khususnya untuk sekarang ini. Jumlah kuil yang melaksanakan ritual joya no
kane kian berkurang.
Beberapa kuil yang masih menggelar ritual tersebut
di antaranya adalah Shinsen-en. Kuil yang berada di selatan Kastil Nijo, Kyoto,
ini didirikan pada 824. Di sana, kamu nggak hanya bakal menyaksikan joya
no kane, tapi juga mencicipi mi soba tahun baru yang dibagikan gratis.
Di Kuil Todaiji terdapat lonceng dengan tinggi 3,86
meter dengan tinggi 3,3 meter dan berat sekitar 70 ton sehingga menjadi lonceng
kuil terberat di Jepang. Tidak hanya itu ada juga Kuil Chionin di Kyoto lalu
Kuil Kanzeon-ji di Fukuoka dan Kyul Nanzenji di Kyoto yang bisa kamu kunjungi
di Jepang untuk merayakan tahun baru.
Selain itu, ada juga Kuil Kiyomizu-dera yang
merupakan lokawisata populer di Kyoto. Kuil ini biasa mengadakan ritual
pemukulan lonceng yang biasanya dimulai 30 menit menjelang pergantian tahun.
Nah, nah, kalau kamu punya waktu dan bujet yang
cukup, nggak ada salahnya berkunjung ke kuil-kuil itu ya, Millens! Siapa
tahu, dengan begitu kamu bakal benar-benar menghadapi tahun baru tanpa hawa
napsu yang merugikan sehingga “lahir” dengan jiwa yang lebih segar!
Komentar
Posting Komentar