Bagaimana Nasib UMKM Saat Ini?
Oleh: Jabbarani Nur Majiidu*
Sudah kurang lebih selama sembilan bulan terakhir ini, perekonomian di Indonesia mengalami kondisi yang tidak menentu. Banyak wirausaha yang mengeluhkan tentang keadaan ini. Pandemi yang tak kunjung menemui titik terang tampaknya membuat banyak pihak dirugikan atas musibah ini. Salah satu pihak yang terkena dampak dari pandemi ini adalah para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang sering kita sebut sebagai UMKM.
Selama pandemi melanda, banyak UMKM mengalami pengurangan
aktivitas dikarenakan adanya kebijakan pembatasan interaksi sosial atau Social
Distancing guna mencegah penularan virus Covid-19 yang berdampak pada
terhambatnya proses produksi usaha. Beberapa UMKM yang tidak dapat beradaptasi
dengan kebijakan yang berlaku mulai mengalami kerugian dan menutup usahanya
karena berkurangnya permintaan atas barang dan jasa. Sektor UMKM kian resah
karena semakin lama omset yang dihasilkan semakin menurun sementara para pelaku
usaha harus tetap bertahan demi mencari nafkah. Di tengah pandemi ini, semakin
terbatasnya ruang gerak untuk masyarakat membuat usaha para pelaku UMKM kian
merosot tajam. Mereka mulai merasa kesulitan dalam menyeimbangkan pendapatan
karena omset yang didapat tidak sesuai harapan. Hal ini dapat membuat UMKM
merugi bahkan hingga gulung tikar.
Dimasa pandemi seperti saat ini, faktanya bisnis UMKM
menerima dampak yang cukup signifikan. Contohnya dapat kita lihat langsung dari
media-media yang menampilkan curahan hati para pemilik UMKM yang mengalami
penurunan konsumen. Seluruh UMKM yang sempat dikunjungi oleh beberapa
foodvloger juga mengatakan bahwa omset penjualan mereka turun drastis semenjak
adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Pada awalnya sebelum adanya pandemi ini,
seorang pemilik UMKM yang biasanya dapat menghabisnya 30 ekor ayam dalam
seharinya untuk berjualan di warung makan miliknya, namun semenjak pandemi ini
hanya dapat menghabiskan sekitar 10-15 ekor ayam dalam seharinya. Penurunan
omset dari hasil penjualan ini membuat banyak UMKM harus berpikir keras agar
dagangannya laku dan dapat dinikmati kembali seperti sebelum adanya pandemi
ini.
Tetapi apakah kondisi akan tetap berlangsung terus
menerus? Seperti yang dilansir dari Kompas.com, Anton Hendranata selaku Ekonom
senior BRI mengatakan, bahwa kondisi sulit di Indonesia mulai membaik
dibandingkan pada saat awal pandemi hal ini dikarenakan para pelaku usaha telah
mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam skema Pemulihan Ekonomi Nasional
(PEN) seperti relaksasi KUR, subsidi bunga, modal kerja, serta Bantuan Presiden
(Banpres) Produktif untuk usaha mikro dalam bentuk hibah. Hal ini dibuktikan
pada sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis UMKM selama
Kuartal III 2020 sudah semakin membaik dibandingkan Kuartal II 2020, meskipun
masih relatif rendah dibandingkan sebelum pandemi. Disamping itu, Berdasarkan
hasil Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM Tahun 2020 (BRI MICRO
& SME INDEX/BMSI) per November 2020 juga menyatakan bahwa sebagian UMKM
mulai menunjukkan perbaikan kinerja keuangan.
Meskipun menjelang akhir tahun 2020 ini keadaan ekonomi
UMKM dinilai mulai membaik, tidak menutup kemungkinan bahwa bisnis yang
dijalankan para pelaku UMKM akan kembali turun bila tidak diiringi dengan
strategi bisnis yang baik untuk bertahan ditengah pandemi. Karena itulah saya
akan memberikan tips tips bermanfaat agar bisnis UMKM dapat survive selama masa
pandemi yang tidak menentu ini.
Pertama, yaitu dengan menyusun strategi bisnis dan
menentukan target bisnis yang jelas. Misalnya, apabila sebelumnya target bisnis
ditentukan berdasarkan permintaan konsumen, dengan adanya penurunan tingkat
permintaan konsumen di tengah masa pandemi ini, mulailah menentukan target
bisnis baik secara harian, mingguan atau target bisnis bulanan yang harus
dicapai. Dengan adanya target yang harus dicapai maka akan terbentuk motivasi
usaha untuk tetap mempertahankan bisnis dalam situasi sulit sekalipun serta
mengembangkan bisnis di masa depan. Tak hanya itu, menyusun strategi bisnis
juga merupakan hal yang penting agar target bisnis terpenuhi. Salah satunya,
yaitu dengan menerapkan ide marketing yang tidak memakan banyak modal seperti
menguji produk dengan membagikan sampel produk pada orang-orang terdekat dan
meminta tanggapan atau feed back yang dapat menjadi acuan untuk mempertahankan
serta mengembangkan produk usaha kedepannya.
Kedua, meningkatkan taktik pemasaran kreatif dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi. Di masa pandemi ini sangat tidak
memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung apalagi mengundang keramaian,
oleh karena itulah dibutuhkan suatu inovasi dalam melakukan taktik pemasaran
produk untuk meningkatkan penjualan. Maka dari itu, mulailah untuk melakukan
promosi dengan memanfaatkan teknologi dan platform penjualan digital secara
optimal. Contohnya dengan menggunakan berbagai media sosial seperti
Market Place (Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak,dll), E-commerce, Facebook,
Instagram, atau melalui aplikasi TikTok yang belakangan ini sedang dipakai oleh
banyak orang. Selain gratis, juga dapat menghemat waktu.
Ketiga, melakukan inovasi atau perubahan sesuai
situasi dan kebutuhan pasar, di masa pandemi saat ini beragamnya kebutuhan
masyarakat dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha. Dengan memahami betul
kebutuhan pasar dan menerapkannya dalam usaha yang sedang dijalani menjadi
salah satu pilihan tepat agar bisnis tetap berjalan lancar. Contohnya seperti,
sejak pandemi covid-19 mulai melanda, kebutuhan masker dan hand sanitizer
mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bagi masyarakat, penggunaan
masker dan hand sanitizer sangatlah penting, mengingat bagaimana cara penularan
virus covid-19 yang dapat masuk melalui mata, mulut, dan juga hidung. Oleh
karena itu angka penjualan masker dan hand sanitizer melonjak naik sehingga
dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis bagi para pelaku usaha.
Jangan sampai karena tidak melakukan inovasi, bisnis yang dikerjakan menjadi
tertinggal dan terbengkalai.
Keempat, mempertahankan standar kualitas produk atau
barang dagangan yang dihasilkan. Meskipun ditengah situasi yang sulit, kualitas
produk harus tetap diperhatikan mulai dari pemanfaatan bahan baku, proses
produksi, pengecekan produk hingga pengemasan harus tetap steril sebelum
dikirimkan ke konsumen. Apabila kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga
dengan baik di tengah pandemi, dapat membuat konsumen tetap setia untuk membeli
produk yang kita tawarkan. Tips ini telah banyak diterapkan oleh UMKM agar
dapat terus bertahan di tengah pandemi. Contohnya, bagi yang pelaku UMKM yang
bergerak di bidang pelayanan konsumen dapat tetap mempertahankan kinerjanya
serta meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik dengan tetap mematuhi
protokol kesehatan.
Cara-cara diatas dapat dilakukan untuk mempertahankan
bisnis yang dijalani ditengah pandemi covid-19 yang meluas. Dengan adanya
bantuan yang diberikan pemerintah serta keinginan yang kuat dari para pelaku
usaha dalam mempertahankan bisnisnya di masa sulit seperti ini menjadi salah
satu pendorong dalam membaiknya kondisi perekonomian dibandingkan saat awal
munculnya pandemi. Meskipun begitu, semoga bisnis UMKM dapat sepenuhnya
berjalan kembali seperti dahulu sebelum adanya pandemi Covid-19 ini. Semoga
Covid-19 cepat usai agar perekonomian negara cepat pulih dan bisa bangkit
kembali seperti sedia kala. Jadikan pandemi ini sebagai motivasi agar kita bisa
berinovasi ditengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini.
*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi
Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
Komentar
Posting Komentar